JAKARTA (Media): Pemanfaatan energi hijau atau energi terbarukan harus mulai digalakkan dan tidak bisa ditunda lagi, guna menghindari bencana kekurangan energi akibat habisnya cadangan minyak Indonesia. Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Luluk Sumiarso menyatakan hal tersebut di Jakarta, akhir pekan lalu.
Menurut Luluk, cadangan energi fosil (minyak bumi) di Indonesia semakin menipis dan diperkirakan akan habis dalam waktu kurang dari sepuluh tahun. "Untuk menghindari krisis energi, pemanfaatan energi alternatif seperti energi hijau harus betul-betul dikembangkan," tegasnya.
Untuk mengembangkan energi hijau, lanjut Luluk, Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi telah menempuh sejumlah langkah penyusunan konsep kebijakan energi terbarukan dan konservasi energi. Salah satu konsep yang kini tengah dijalankan adalah program peduli energi hijau.
"Melalui kegiatan ini masyarakat diharapkan akan lebih paham tentang pentingnya pengembangan energi terbarukan dan konservasi energi, sehingga secara sadar mau menerapkan dalam kehidupan sehari-hari," tambah Luluk.
Menurut Luluk, pemanfaatan energi hijau selama ini mengalami sejumlah hambatan di antaranya biaya investasi yang masih mahal, harga energi yang dihasilkan belum dapat bersaing dengan harga energi minyak bumi, dan belum dikenal masyarakat luas.





Copyright By